OPINI

Darurat Kreativitas Alur Cerita Sinetron di Indonesia?

Seperti yang kalian ketahui di industri televisi Indonesia, terdapat tayangan acara yang sangat beragam yang ditunjukan kepada masyarakat. Berbagai acara di televisi untuk diakses sehingga para penonton dapat menikmati tayangan kesukaan. Hal ini membuat para rumah produksi berlomba- lomba membuat tayangan acara dengan tujuan meraih rating tertinggi. Rating yang tinggi tersebut maka Rumah Produksi dan Stasiun akan mendapatkan keuntungan lebih. Salah satu contoh tayangan sering mendapat rating tinggi adalah Sinema Elektronik atau yang lebih biasa dikenal Sinetron.

Apakah dari berbagai sinetron tersebut memiliki kualitas yang bagus? Tentu tidak, hanya sedikit yang memiliki kualitas yang bagus. Jika diperhatikan lebih lanjut, cerita dalam sinetron Indonesia memiliki alur cerita yang sama. Tetapi, apa yang membuat sinetron – sinetron di Indonesia sangat digemari, terutama oleh ibu – ibu?

Menurut Drajat Tri Kartono, Sosiolog Universitas Sebelas Maret Surakarta, ia beranggapan bahwa sinteron di Indonesia memiliki ikatan emosi kepada para penikmat sinteron tersebut. “Wajar saja, ini masyarakat betul-betul memiliki ikatan emosi antara hiburan yang dia amati dan realitas sosial empiris yang mereka hadapi,” kata Drajat, dikutip dari Kompas.com, Jum’at (03/06/2021).

Ia juga berpendapat bahwa sinetron di Indonesia memiliki intrik dari kekeluargaan sehingga cukup digemari oleh publik. Hal ini membuat masyarakat atau penonton merasa tertarik untuk terlibat lebih jauh.

Namun dengan kesuksesan sinetron – sinetron tersebut, beberapa hal membutuhkan evaluasi sehingga mampu diperbaiki lebih lanjut. Jalan cerita seharusnya menampilkan hal-hal yang mendidik dan tidak menampilkan kekerasan, bullying, pertengkaran rumah tangga atau kemewahan. Karena bukan ibu- ibu saja yang menikmatinya, banyak anak dibawah umur yang juga menonton televisi.

Maka dari itu, Rumah Produksi sebaiknya membuat naskah cerita atau konsep tayangan yang kreatif serta memiliki nilai moral yang baik, dan memiliki jumlah episode yang minim. Selanjutnya, Rumah Produksi seharusnya membuat acara yang lebih berkualitas dan tidak mengejar rating. Komisi Penyiaran Indonesia juga harus turut adil dalam mengevalusi secara menyeluruh agar persinetronan di Indonesia memiliki kualitas yang bagus.

 

( Penulis : Putri Kusuma Wardhani ) 

Sumber Foto : kapanlagi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *