RAGAM

Mini, Minimal, Minimalis

Dalam menjalani hari-hari, kita disuguhkan berbagai macam pilihan. Contohnya, ketika kita ingin belanja kebutuhan sandang secara daring melalui lokapasar favorit kita, kita akan dihidangkan oleh berbagai macam pilihan pakaian, mulai dari pakaian hasil produksi lokal yang ramah di kantong kita sampai dari pakaian bermerk kelas internasional yang mengharuskan kita merogoh dompet lebih dalam. Tidak hanya sandang, dalam pemenuhan kebutuhan pangan kita pun seringkali menjumpai pilihan – pilihan yang kerap kali membuat kita berpikir, ingin makan enak di restoran favorit kita atau menghemat uang kita dengan makan di kantin kampus. Semua pilihan yang kita pilih secara tidak sadar menentukan gaya hidup kita, apakah kita seorang yang memiliki kebiasaan boros dan cenderung konsumtif, atau kita suka berhemat dan menabung demi investasi di masa yang akan datang.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menuturkan bahwa gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari hari segolongan manusia dalam masyarakat. Lengkapnya, gaya hidup adalah cara, pendangan seseorang mengenai sikap, tingkah laku, pola pikir dan kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Berbicara mengenai gaya hidup, belakangan ini gaya hidup minimalis sedang menjadi tren ditengah masyarakat.

Singkatnya, hidup minimalis adalah sebuah konsep dimana seseorang menjalani hidup dengan barang sesedikit dan sesederhana mungkin.  Akan tetapi, barang – barang itu dapat bermanfaat secara maksimal. Jargon atau motto dari gaya hidup ini adalah “less is more”. Less is More ini diartikan sebagai kesederhanaan akan mengarahkan kepada hasil yang maksimal. Gaya hidup ini pada awalnya bermuara dalam pemikiran bahwa hampir setiap orang memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan, yang sebenarnya kita bisa saja hidup tanpa hal – hal tersebut. Sayangnya, tetap saja barang – barang yang kurang berguna tersebut tetap tersimpan di rumah sehingga membuat rumah kita menjadi penuh.

Disaat kita ingin menerapkan gaya hidup yang minimalis, hal – hal yang tidak terlalu dibutuhkan perlu untuk disingkirkan atau diganti dengan sesuatu yang lebih berguna. Walau terdengar hanya menyingkirkan barang-barang yang tak perlu, gaya hidup ini tak hanya sebatas merapikan rumah atau menciptakan lingkungan tinggal yang rapi dan baik dipandang. Akan tetapi, sebuah gaya hidup minimalis juga berinti  dalam memberikan dampak yang besar kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Fokus dari gaya hidup minimalis adalah untuk meninggalkan kebiasaan boros dan konsumtif, untuk hidup yang lebih simpel dan ringkas namun tetap berkualitas.

Masih berbicara mengenai pola dan gaya hidup minimalis, dipercaya bahwa gaya hidup minimalis ini memiliki manfaat positif untuk orang – orang yang menerapkannya. Berikut adalah manfaat dari menerapkan gaya hidup minimalis:

 

  • Pengalokasian Ruangan Efektif

Dikarenakan barang – barang yang kurang efektif telah disingkirkan, sebuah ruangan yang awalnya dipenuhi oleh barang – barang yang kurang berguna akan dapat dialokasikan menjadi ruangan yang lebih bermanfaat. Efektifitas dalam pengalokasian sebuah ruangan akan dapat tercapai Ketika ruang tersebut hanya berisi barang – barang yang berguna.

 

  • Hemat.

Dalam menerapkan gaya hidup minimalis, kita akan dipaksa untuk hanya membeli barang atau memiliki barang yang dapat kita gunakan dan bermanfaat secara maksimal. Barang – barang yang kurang dirasa bermanfaat atau berguna akan kita hindari. Dengan menerapkan pola piker minimalis, kita akan terhindar untuk membeli barang – barang kurang bermanfaat yang mendorong kita untuk menjadi pribadi yang konsumtif.

 

  • Mengurangi Hasrat akan hal material

Konsep memiliki barang “seperlunya” dan “kesederhanaan akan mengarahkan kepada hasil yang maksimal” dapat menuntun kita untuk hidup tidak berfokus atau berorientasi pada hal – hal yang bersifat materiil. Dengan kata lain, kita akan terhindar untuk menjadi pribadi yang materialistis.

 

  • Meringannya beban pikiran

Dengan kesederhanaan yang kita kantongi, banyak hal – hal tidak penting yang lepas dari pikiran kita. Dalam artian, dengan memiliki barang yang lebih sedikit tetapi bermanfaat secara maksimal dapat mendorong rasa takut kita akan kehilangan barang – barang yang kurang bermanfaat bagi hidup kita untuk lenyap. Hal ini secara tidak langsung dapat meringankan beban pikiran kita.

 

Jadi, begitulah gambaran serta manfaat menjalani kehidupan dengan menerapkan gaya hidup minimalis. Gimana? apakah kalian tertarik untuk mencobanya?

 

( Penulis : Nathanael Chandra Kusuma ) 

Sumber Foto : usaharumahan.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *