RAGAM

Tertipu oleh perasaan

Andrea, Talitha dan Kezia adalah 3 orang sahabat.  Saat ini mereka sedang duduk di bangku kelas 2 SMA. Kalau kata orang sih, masa yang lagi seru-serunya. Kita sahabatan dari kelas 3 SMP, udah lama banget. Mereka kenal dari tempat les yang sama saat kelas 3 SMP, dan setelah lulus SMP, mereka memutuskan untuk satu sekolah di SMA Pelita biar bisa ketemu dan bersama-sama terus. Hampir tiap minggu, hari, dan waktu mereka selalu bertemu dan berbarengan. Rumah Andrea dan Talitha tidak begitu jauh, maka dari itu mereka sering berangkat bareng untuk ke sekolah. Talitha selalu menjemput Andrea dengan mobilnya, tapi terkadang mereka bergantian untuk menyetir. Talitha menyetir saat berangkat sekolah dan Andrea yang menyetir saat pulang sekolah. Kezia rumahnya agak jauh dari Andrea dan Talitha, tapi Kezia sesekali juga sering ikut dengan mereka sebentar untuk ke salah satu rumah mereka atau pergi nongkrong sepulang sekolah, bahkan juga menginap di salah satu rumah, Andrea atau Talitha.

Sekarang hari senin, bel untuk upacara pun berbunyi. Andrea, Talitha dan Kezia pun bergegas mengambil topi lalu pergi ke lapangan untuk melaksanakan upacara. Selesai upacara, mereka bertiga tidak terbiasa untuk langsung masuk kelas, mereka biasanya pergi dulu ke kantin sebentar untuk makan. Mereka punya kebiasaan saat memesan yaitu memesan makanan secara bergantian. Jadi, 2 orang menunggu di meja kantin, dan 1 orang pergi untuk memesan makanan. Hari ini adalah jadwalnya Talitha yang akan memesan, Andrea dan Kezia menunggu di meja. Saat Talitha sedang memesan, tiba-tiba dia melihat seorang lelaki asing yang tinggi, kurus, dan hitam manis. “Siapa nih kok gak pernah liat ya, ganteng banget lagi. Kayanya anak baru deh”, ujar Talitha di dalam hatinya. 

Laki-laki tersebut ternyata sedang ikut memesan di tempat Talitha memesan makanan juga. Saat Talitha sedang memperhatikan dia, laki-laki tersebut menyadarinya dan kemudian dia memberikan senyuman tipis kepada Talitha. Talitha pun membalas senyumannya. Lalu, tiba-tiba laki-laki itu berkata kepada Talitha, “Maaf, kira-kira lo tau gak kelas 11 IPA 1 dimana?” tanya laki-laki tersebut kepada Talitha. Perkiraan Talitha bahwa dia anak baru adalah benar dan Talitha pun kaget karena kelas yang ditanyakan adalah kelasnya kemudian dia menjawab pertanyaan si laki-laki tersebut. “Tau, itu kelas gue. Lo anak baru ya disini?” jawab Talitha kepadanya. “Iya, gue anak baru nih. Oh iya nama gue Ricko. Nama lo siapa? Salam kenal ya” ucap Ricko, anak baru itu sambil mengulurkan tangannya tanda perkenalan. “Oh, nama gue Talitha. Salam kenal juga ya.”, balas Talitha sambil mengulurkan tangannya juga. “Oh iya Tal, boleh dong kalo gitu kita bareng ke kelas? Karena gue gak tau nih kelasnya dimana”, kata Ricko. “Oh iya-iya boleh kok. Nanti sekalian bareng sama temen-temen gue juga aja ya, mereka ada disana tuh, nanti sekalian kenalan aja.”, kata Talitha. Lalu Ricko pun mengangguk menjawab ajakan Talitha. 

Talitha dan Ricko pun berjalan ke meja yang sudah ditunggui oleh Andrea dan Kezia. “Eh, Kez, itu siapa yang jalan bareng Talitha? Kok asing banget ya mukanya.”, tanya Andrea kepada Kezia karena kebingungan. “Lah Ndre, lo nanya gue, gue nanya siapa? Gue juga bingung???.”, jawab Kezia dan mereka pun saling bertanya-tanya.  “Guys, ada anak baru nih. Sekelas sama kita, kenalan dong.”, ucap Talitha semangat. “Hai, gue Ricko. Salam kenal ya” kata Ricko dengan sopan. “Hai gue Andrea”, “Hai gue Kezia”, jawab Kezia dan Andrea. Setelah mereka asik berkenalan dan mengobrol sambil menghabiskan makanannya, bel pelajaran pertama pun berbunyi menandakan bahwa mereka harus masuk kelas. 

Andrea dan Talitha biasanya duduk berdua, dan Kezia duduk sendiri. Tetapi karena Ricko, mereka pun berpikir untuk duduk bareng Ricko. Karena Talitha yang lebih dulu kenal dengan Ricko, Talitha lah yang duduk sama Ricko, dan Andrea duduk dengan Kezia. Saat pelajaran dimulai, Ricko pun berdiri dan berjalan ke depan kelas untuk memperkenalkan dirinya kepada teman-teman kelas 11 IPA 1.

Waktu pun berjalan, begitu pula Talitha dan Ricko yang semakin lama semakin dekat. Setelah hari dimana mereka berkenalan, Ricko memberanikan diri untuk mengajak Talitha bermutualan di Instagram, hingga meminta ID Line nya Talitha. Dan sejak hari itu, mereka semakin dekat satu sama lain secara intens hingga saat ini. 1 bulan menjalani masa PDKT, Ricko pun mengajak Talitha nge date dan Ricko menyatakan perasaannya kepada Talitha bahwa dia menyukai Talitha. Dan Talitha pun membalas perasaannya Ricko, lalu mereka pun jadian. 

3 bulan pertama, hubungan Ricko dan Talitha baik-baik saja dan seterusnya. Hingga akhirnya kenaikan kelas 3, mereka terpisah kelas. Talitha sekelas dengan Kezia dan Ricko sekelas dengan Andrea. Karena sudah merasa dekat dan juga merupakan pacar sahabatnya, Ricko duduk dengan Andrea. Talitha pun tidak bermasalah karena Talitha sendiri yang meminta Andrea agar mau duduk dengan Ricko dan Andrea pun menyetujuinya. 

Namun, semenjak duduk dengan Andrea, Ricko mulai berubah secara perlahan. Talitha sangat merasa Ricko berubah kepadanya, mulai dari Ricko sudah agak susah membalas chat dan sudah susah diajak bertemu. Tetapi, disini Talitha masih memendamnya, dia tidak ingin menceritakan perubahan Ricko kepada sahabat-sahabatnya. Sementara itu, ternyata semenjak duduk bersama Andrea, Ricko sering chat Andrea duluan dengan alasan menanyakan tugas. Andrea yang tidak berpikir kemana-mana, dia membalas saja chat Ricko dan dipikir-pikir juga tidak ada salahnya karena mereka juga satu kelas. 

Namun, makin kesini tingkah Ricko terhadap Andrea pun aneh. Ricko mulai memberi perhatian kepada Andrea yang tidak seharusnya, dan bahkan Ricko pun sering chat Andrea seperti “Ndre, jangan lupa makan ya” dan “Good night Ndre, sleep tight ya”. Saat Ricko seperti itu, Andrea lebih memilih tidak membalas chat Ricko karena dia menghargai perasaan sahabatnya yaitu, Talitha. Dan Ricko pun sering mengajak Andrea kencan diam-diam tanpa sepengetahuan Talitha, tetapi Andrea menolaknya Andrea pun tidak tahan dengan sikap Ricko, dan Andrea pun mengadukan perbuatan Ricko kepada Kezia dan Talitha.

Saat menceritakan perbuatan Ricko, Talitha sangat kaget. Sayangnya, Talitha tidak percaya perkataan sahabatnya, Andrea. Talitha marah dan malah menyalahkan Andrea, dan menuduh Andrea bahwa Andrea lah yang duluan menggodai pacarnya itu. Setelah diceritakan itu, Talitha langsung kerumah Ricko dan bertanya kepada Ricko. Ricko pun mengelak, ia malah menuduh dengan kuat kalau Andrea lah yang duluan menggodainya. Dan bodohnya, Talitha mempercayai omongan lelaki itu. 

Persahabatan Talitha, Andrea, dan Kezia pun hancur. Andrea tetap bersama Kezia, dan mereka juga jadi sering pulang bareng naik mobil Andrea. Semenjak kejadian itu, Talitha menarik diri dari Andrea dan Kezia. Talitha lebih memilih bersama dengan pacarnya terus, tanpa mengingat sahabatnya. Dan sejak itu juga, Talitha meminta Ricko untuk pindah tempat duduk. Dan sekarang, Ricko duduk dengan temannya yaitu Niko. Hubungan Ricko dan Talitha pun membaik sejak kejadian itu. Ricko sudah baik kembali kepada Talitha dan sudah rajin membalas chat Talitha. Namun, itu semua tidak berlangsung lama. 3 bulan setelahnya, Ricko kembali lagi seperti dulu, yang terlihat seperti sudah tidak ada perasaan terhadap Talitha. 

Suatu hari saat pulang sekolah, Andrea dan Kezia tidak ingin langsung pulang. Mereka berencana untuk pergi ke coffee shop baru yang tidak jauh dari sekolahnya. Saat sampai di coffee shop tersebut, Andrea dan Kezia melihat Ricko duduk ngopi bersama cewe lain. Awalnya mereka mengira bahwa cewe tersebut adalah temannya, namun lama- kelamaan sikap Ricko kepada cewe tersebut tidaklah biasa. Ricko mulai merangkulnya dan juga sesekali mengusap rambut cewe tersebut. Andrea dan Kezia pun geram, lalu tanpa berpikir panjang Andrea meminta Kezia memvideokan kelakuan Ricko dan mengirimnya kepada Talitha. 

*mengirim video*

Tal, liat kelakuan cowo lo. Dia selingkuh dibelakang lo. Dan lo masih aja mau percaya sama dia? Kalo lo gapercaya, lo kesini aja di Kips Kopi gajauh dari sekolah. Gue sama Andrea sayang sama lo, kita gamau lo sayang sama orang yang salah. 

Pesan tersebut sampai kepada Talitha. Talitha hanya bisa kaget dan tidak percaya dengan kelakuan cowonya. Tanpa berpikir panjang, Talitha pun langsung menyalakan mobil dan berangkat ke coffee shop tersebut. Sambil dijalan, Talitha hanya bisa menangis karena masih tidak percaya bahwa Ricko tega selingkuh darinya. 

Sesampainya di coffee shop, Talitha memikirkan cara untuk menggrebek kelakuan Ricko dengan cara menelponnya menanyakan dirinya ada dimana. 

“Halo Rick. Kamu dimana?”

“A-a-aku ada di rumah sakit lagi anter mamah. Kenapa Tal? Nanti aja ya aku telfon lagi”

Dan tiba-tiba Talitha pun memunculkan dirinya dihadapan Ricko. 

“Oh jadi lagi dirumah sakit ya? Hahaha. Tega banget ya kamu boongin aku dan selingkuh kaya gini. Kita putus Rick”

“T-t-tal.. aku bisa jelasin. Ini gakaya apa yang kamu liat”, jawab Ricko kaget sambil mengejar Talitha. 

“Engga Rick. Kamu udah jahat sama aku. Kamu juga udah bikin persahabatan aku hancur. Aku gamau lagi sama kamu”, balas Talitha sambil melepas tangan Ricko. Setelah itu Talitha langsung pergi dan pulang kerumahnya. Talitha sangat sedih. 

Andrea dan Kezia pun tidak tega melihat sahabatnya. Dan mereka berpikiran untuk kerumah Talitha dan menenangkan hati Talitha. Sesampainya dirumah Talitha, mereka langsung berpelukan. 

Guys, maafin gue ya. Maafin gue karena kemarin gapercaya omongan kalian. Seharusnya udah dari dulu gue tinggalin Ricko. Malah jadi gue yang ninggalin kalian. Gue gamau kehilangan kalian, gue sayang sama kalian.”, kata Talitha.

“Iya Tal, kita berdua udah maafin lo kok dan kita juga ngerti. Gapapa. Sekarang kita baikan dan perbaikin lagi ya.”, jawab Andrea.

“Iya Tal. Udah gapapa. Gue seneng banget, at least lo bisa sadar juga kalo lo tuh diboongin selama ini sama Ricko. Jadiin pelajaran aja ya Tal. Ya itung-itung, ujian persahabatan kita juga kok hahaha”, jawab Kezia.

Akhirnya mereka pun kembali bersama-sama lagi dan bersahabat lagi. Dan mereka juga menjadi lebih terbuka satu sama lain. Karena mereka belajar dari kejadian sebelumnya, dan mereka tidak ingin mengulanginya lagi.

 

( Penulis : Ivan David )

Sumber Foto : kovermagz.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *