OPINI

PPKM???

Covid, covid, dan covid. Hal tersebut merupakan hal yang sering saya dengar dirumah, diberita, maupun di mimpi saya sendiri. Saat ini COVID-19 semakin merajalela dan semakin ganas, bisa kita lihat total kasus positif yang ada di seluruh dunia yang saya lansir dari news.google.com terdapat 191.580.233 kasus, dan total meninggal ada 4.121.285 jiwa.

Dan tidak hanya itu, seperti yang dilansir dari Kompas.com Indonesia sekarang sudah peringkat ke-14 di seluruh dunia dalam total kasus COVID-19. Dan pemerintahan Indonesia juga sudah melakukan banyak cara untuk menekan kenaikan kasus positif COVID-19 di Indonesia, dengan cara melakukan vaksinasi, seperti data yang saya kutip dari Suara.com, total dosis yang sudah diberikan kepada masyarakat Indonesia sebanyak 59.218722 dosis, yang dimana masyarakat Indonesia yang telah menerima setidaknya satu dosis sebanyak 42.611.602 dosis dan masyarakat Indonesia yang telah tervaksin secara tuntas atau telah mengikuti dua kali vaksinasi sebanyak 16.606.675 dosis.

Namun, hal tersebut juga tidak menurunkan angka kenaikan kasus  COVID-19 di Indonesia, pada tanggal 15 Juli 2021 Indonesia bertambah kasus positif sekitar 56 ribu kasus positif COVID. Hal itu menjadi tolak ukur sebagai pemerintahan Indonesia, untuk melakukan pembatasan sosial. Oleh karena itu pemerintahan Indonesia melakukan “PPKM” atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan  Masyarakat di Indonesia, gunanya untuk menekan kenaikan jumlah kasus COVID-19 yang ada di Indonesia.

Pemerintahan Indonesia memberlakukan PPKM guna untuk menekan laju penyebaran COVID-19, namun hal tersebut tidaklah berguna atau tidak efektif dikarenakan dikutip dari news.google.com, dalam 7 (tujuh) hari rata-tata kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 44.862 kasus. Dan data yang saya kutip dari merdeka.com , pelanggaran PPKM terbanyak terdapat di sektor perkantoran, yakni 31 persen, dari publik sebesar 21 persen dan seseorang yang terkena COVID-19 namun tidak melakukan isoman (isolasi mandiri ) sebesar 13 persen.

Dan karena itulah dari opini saya sendiri PPKM sangatlah tidak efektif dan PPKM juga merugikan para PKL ( Pedagang Kaki Lima ) yang dimana harus mencari nafkah di pinggir jalan, namun dikarenakan ada PPKM, PKL tidak dapat mencari nafkah dan hal tersebut dapat meningkatkan tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia.

( Penulis : Yohannes Beethoven Lado Poerab )

Sumber Foto : jawapos.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *