OPINI

Penyederhanaan Partai Politik, Perlukah?

Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum atau dapat dikenal dengan RUU Pemilu ditarik dari Program Legislasi Nasional yang dapat disingkat dengan Prolegnas Prioritas Tahun 2021. Salah satu revisi yang dilakukan di dalam RUU Pemilu mengenai Ambang Batas Parlemen atau Parliamentary Threshold. Ambang batas parlemen merupakan syarat perolehan suara yang harus dipenuhi oleh partai politik untuk mendapatkan kursi legislatif. Ambang Batas Parlemen ini sudah mulai digunakan sejak Pemilu 2009 dan sudah berlangsung hingga Pemilu 2019. 

Perdebatan mengenai ambang batas selalu terjadi di setiap pemilu. Dalam revisi yang dilakukan membahas mengenai kenaikan ambang batas parlemen yang sebelumnya menjadi 4 persen menjadi 5 persen. Jika dilihat dari ambang batas parlemen pada Pemilu 2019 lalu tidak terlampaui. Maka dengan kenaikan ini banyak yang beranggapan jika ambang batas parlemen akan terus naik maka akan menguntungkan partai-partai besar dan akan merugikan partai-partai kecil. 

Pemerintah sendiri dengan mengadakan ambang batas parlemen ini adalah guna untuk menyederhanakan Partai Politik sebagai Peserta Pemilu berikutnya. Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai penyederhanaan Partai Politik bisa dilakukan tanpa harus menaikan ambang batas, dengan menaikan ambang batas parlemen justru akan berdampak buruk pada penyelenggaraan pemilu.

Menurut Sekretariat Jenderal Partai Gelora Mahfud Sidik, dengan kenaikan ambang batas ini akan menghilangkan suara hak pilih rakyat dalam pemilu. Seperti contoh pada Pemilu 2019, suara rakyat hilang sebesar 15.6 juta dikarenakan kenaikan ambang batas.

Penyederhanaan Partai Politik yang dilakukan pemerintah memang benar. Namun dalam penyederhanaan dengan menaikan ambang batas maka akan menghilangkan suara rakyat yang mengikuti pemilihan umum. Agar menjaga kualitas hak pilih rakyat dalam pemilu dan tidak dibuang dengan sia-sia, pemerintah seharusnya lebih memfokuskan bagaimana merancang parlemen agar lebih berkembang dan berkualitas. 

 

( Penulis : Putri Kusuma Wardhani )

Sumber Foto : kumparan.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *