RAGAM

Jangan Sampai Jadi Korban! Ini Perbedaan Pinjol Legal dan Illegal

Sumber : Merdeka.com

Masih ingat gak kalian, kalau baru-baru ini kita dihebohkan dengan kasus pinjaman online (pinjol) ilegal. Oknum-oknum di balik pinjol ilegal tersebut banyak meneror masyarakat, bahkan melibatkan pihak ke-3 yang merasa tidak meminjam namun tercantum sebagai peminjam. Kasus tersebut sangat meresahkan masyarakat, dan akhirnya membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak.

Maraknya kasus pinjol ilegal tersebut seharusnya membuat masyarakat menjadi sadar dan lebih berhati-hati dalam melakukan pinjaman online. Menurut OJK, ini beberapa perbedaan pinjol legal dan ilegal:

  • Regulator / Pengawas

Pinjol ilegal tentu tidak mempunyai regulator khusus untuk mengawasi, karena tidak terdaftar dan tidak mempunyai izin beroprasi. Sedangkan pinjol legal tentu mempunyai izin resmi dan diawasi oleh OJK.

  • Bunga dan Denda

Pnjol ilegal biasanya tidak transparan dalam hal bunga dan denda, sedangkan pinjol legal mewajibkan keterbukaan perihal bunga dan denda.

  • Kepatuhan Peraturan

Pinjol ilegal beroprasi tanpa berdasarkan Undang-undang maupun Peraturan OJK (POJK), sedangkan pinjol legal tentu sangat tunduk pada Undang-undang dan POJK.

  • Pengurus

Pengurus pinjol ilegal tentu akan sangat berbeda dengan pinjol legal, karena pengurus pinjol legal harus mempunyai status yang jelas, dan mempunyai minimal 1 tahun pengalaman di Industri Jasa Keuangan. Pinjol ilegal tidak jelas status pengurusnya dan standar pengalamannya.

  • Cara Penagihan

Pinjol ilegal bertentangan dengan hukum dalam melakukan penagihan. Sedangkan pinjol legal sesuai dengan hukum, dan para penagihnya telah tersertifikasi oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

  • Asosiasi

Penyelenggara pinjol ilegal tidak berasosiasi dengan AFPI, sedangkan pinjol legal ditunjuk resmi oleh OJK, dan merupakan anggota AFPI.

  • Lokasi Kantor

Pinjol ilegal tidak mempunyai kantor resmi yang jelas untuk menghindari hukum, sedangkan pinjol legal mempunyai kantor yang jelas dan telah melalui uji survei OJK.

  • Status

Pinjol ilegal tidak mempunyai status resmi, dan merupakan target pengawasan Satgas Waspada Investasi.

  • Syarat meminjam

Pinjaman yang sangat mudah cair, dan tidak diperlukannya alasan peminjaman membuat masyarakat tergiur dengan pinjol ilegal. Pinjol legal akan membutuhkan informasi secara detail terkait alasan dan pencantuman dokumen.

  • Akses Data Pribadi

Pinjol ilegal akan meminta untuk dapat mengakses seluruh data pribadi dalam ponsel pengguna, sedangkan pinjol legal hanya meminta untuk dapat mengakses kamera, microphone, dan lokasi dalam ponsel pengguna.

 

Itulah beberapa perbedaan pinjol legal dan ilegal. Kalian juga dapat melaporkan pinjol ilegal ke pihak yang berwenang, seperti OJK. Jangan sampai kalian jadi korban pinjol ilegal ya kawan-kawan!

 

( Penulis : Maria Stefia Diva Clearesta )

Sumber Foto : detiknews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *