RAGAM

Kepergok di Mall

Namaku Joice seorang mahasiswi semester dua di salah satu kampus daerah Malang. Saat itu, aku memiliki seorang teman baik bernama Jere, yang kebetulan berkuliah di Malang juga. Aku dan Jere mulai berteman semenjak kami semester 1 dan kami sering bertemu untuk makan malam bersama.

Hari ini, tepat dimana Jere mengajakku nonton film di bioskop berdua untuk pertama kalinya di salah satu mall yang ada di Malang. Seperti biasa, Jere selalu menjemputku di depan indekos dan dari situ kami bersama-sama ke bioskop yang menjadi tempat tujuan kami.

Sesampainya di tempat parkir mall, aku berjalan disebelah kiri Jere untuk memasuki mall dan naik ke lantai atas tempat bioskop berada. Saat sedang di eskalator kami berdua merasa ada sesuatu yang mengganjal.

“Jer, ngerasa kayak dilihatin gitu, gak sihh, atau gue doang yang ngerasa?” tanyaku pada Jere.

“Iya deh, gue juga ngerasa kayak ada yang lihatin, Jo..” jawab Jere.

Akhirnya aku dan Jere berinisiatif untuk jalan lebih cepat dari biasanya dan tiba tiba…

dooorrrr hayolo ,ngapain berduaan di mall? hahahahaha” ucap David dan temannya yang ternyata sedari tadi mengikuti kami semenjak di pintu masuk mall.

“Mau nonton ya kalian berdua? Ciee…” ucap  Edoa yang ikut memanaskan keadaan sekitar dan membuat aku dan Jere jadi malu sendiri.

“Iya bang, kita lagi mau nonton film Bloodshot” ucap Jere dengan pede.

ihhh.. sama lah kalo gituu, asyik bisa kita lihatin mereka nonton kayak gimana” ledek David dan teman-temannya sebelum meninggalkan kami.

Ketika kami sudah ditinggal berdua lagi oleh  David dan yang lainnya, aku dan Jere berbincang kembali selama di perjalanan menuju ke lantai bioskop untuk nonton film.

“Menurut lu gimana, joo? Lanjut nonton gak nii? Atau mau lain kali ajaa?” tanya Jere kepadaku untuk mendapatkan pilihan yang tepat karena dia sendiri sudah malu dipergoki oleh teman-teman lain.

“Kayaknya lain kali aja deh nontonnya, hahaha soalnya udah malu banget ketahuan lagi jalan berdua. Mana mau nonton film yang sama juga lagii haduuhh hahahaha” ucapku agar tidak usah lanjut nonton bioskop hari ini karena sudah terlanjur malu ketahuan oleh orang-orang yang kami kenal.

Okedeeh kalo gitu, kemana nih kita? Masa pulang? Lu belum makan kann?” Tanya Jere yang sepertinya masih belum mau berpisah denganku cepat-cepat.

Belum sihh, tapi masih belum lapar juga. Gimana kalo kita jalan-jalan dulu mumpung mereka juga langsung masuk bioskop. Habis itu kita cari makan di tempat lain?” saranku agar tidak langsung pulang ke indekos masing-masing.

Tanpa berpikir panjang akhirnya kami langsung memilih eskalator untuk kembali turun ke lantai bawah untuk jalan-jalan dan melihat-lihat baju, sepatu, dan lain sebagainya.

Setelah kami sudah mulai merasa lelah, akhirnya kami memutuskan untuk makan malam bersama ditempat yang belum pernah aku dan Jere datangi untuk mencoba suasana baru.

 

Penulis: Hendrick Samuel

Thumbnail: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *