Aku, Kamu dan Ketidakmungkinan

June 6, 2024
adminviaduct

Aku kembali duduk di bangku taman, saat matahari sudah terbenam di sisi barat.

Benar, aku sudah berusaha melupakanmu.

Senyum, harum, dan tawa itu masih terekam jelas di memoriku. Lambat laun hasrat akan memilikimu terus bertambah.

Namun, aku lebih taat kepada Tuhanku. Memori akan setiap kenangan kita akan selalu ku kenang, hingga waktuku di bumi ini telah habis.

Aku harap diriku selalu menjadi ketidakmungkinan yang akan kau kenang selalu.

 

Penulis: Ferelly Febya

Thumbnail: pinterest

Leave a comment