Banyak Memakan Korban, Adakah New Normal Dalam Berlalu Lintas?

July 6, 2020
adminviaduct

Viaductpress.id – Konsep New Normal mulai ada semenjak pandemi Covid-19 yang tidak turut reda. WHO (World Health Organization) juga menyatakan bahwa Covid-19 kemungkinan tidak akan hilang. New Normal atau kenormalan yang baru ini merupakan aktifitas seperti biasa/ perubahan perilaku namun dengan pola yang baru sesuai dengan protokol kesehatan dalam hal mencegah Covid-19.

Korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia terhitung 26 Mei 2020 mencapai 1.418 jiwa. Korban ini akan terus bertambah sampai waktu yang tidak ditentukan, namun kita tidak boleh luput korban lalu lintas juga merenggut banyak korban. Berdasarkan data Polri kecelakaan lalu lintas pada tahun 2018 dan 2019 mencapai 103.672  dan 107.500 yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 27.910 dan 23.530.

Persiapan New Normal dilakukan Presiden Joko Widodo selasa (26/5) dengan mengunjungi mal di Bekasi dan Stasiun MRT “Pagi hari ini saya datang ke stasiun MRT dalam rangka memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka lebih mendisiplinkan agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB,” mengutip financedetikcom, Selasa (26/5/2020).

Melihat upaya-upaya yang dilakukan, tapi adakah New Normal dalam berlalu lintas? Untuk mengurangi atau mencegah korban jiwa? Padahal menurut data WHO Indonesia menempati urutan ketiga dalam hal korban meninggal yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini juga berlaku untuk penyakit-penyakit yang memakan banyak korban seperti halnya flu musiman.

Pemerintah menjadi reaktif terhadap ketidakpastian yang ditimbulkan oleh Covid-19, tapi apakah pemerintah pernah melakukan upaya yang progresif, padahal korban meninggal yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas banyak dan pasti setiap tahunya.

Kewajiban negara dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga negaranya karena terinfeksi Covid-19 wajib dilakukan sesuai dengan Pasal 34 UUD 1945. Terhadap korban meninggal akibat kecelakan juga negara wajib melindungi, dengan cara mencegah dan mengurangi, hal ini berdasarkan pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan “Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”.

Kehilangan satu nyawa sedikit banyaknya merupakan tanggung jawab negara. Seperti halnya kecelakaan lalu lintas, awal mulanya dengan perencanaan pembuatan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sampai dengan penegakan hukum di lapangan.

Pada faktanya awal mula korban jiwa, akibat dari pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran ini jangan sampai dibiarkan, negara wajib mengupayakan New Normal dengan memaksimalkan protokol keselamatan berkendara dengan metode yang baru agar perilaku masyarat berubah menjadi tertib lalu lintas, agar tidak ada lagi atau mengurangi korban kecelakaan lalu lintas.

 

[Penulis: Gema Bayu Samudra]

Leave a comment