Border Rakyat Menuntut

October 13, 2019
adminviaduct

Jakarta, 13 Oktober 2019 – Sekumpulan mahasiswa dari berbagi Organ dan Kampus yang menyatakan diri berada pada frekuensi yang sama melangsungkan Konferensi Pers di Ruang P.K Ojong YLBHI – Diponegoro 74. Menamakan diri sebagai Border Rakyat -BORAK- mendeklarasikan kesiapannya untuk mengawal Pemerintah menuntaskan reformasi dengan agenda 7+. “Kawan-kawan kami telah martir dalam gelombang gerakan mahasiswa 2019, sebagai simbol perjuangan juga simbol solidaritas, kita harus tuntaskan reformasi” ucap Natado Putrawan, dari Front Aksi Mahasiswa Semanggi (FAMSI) yang tergabung dalam BORAK.

BORAK, organ taktis yang terbentuk dengan semangat non-blok non-struktural mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk transparan; “Dalam kesempatan ini kami mendesak Pihak Kepolisian untuk membuka ruang advokasi seluas-luasnya bagi kawan-kawan kami yang sedang diamankan di Mapolda Metro Jaya, bila unsur penahannya tidak penuh, kami meminta supaya kawan-kawan kami segera dibebaskan” terang Adam, mahasiswa Institute Banking School yang juga tergabung di dalam BORAK.

Berdasarkan pantauan posko pengaduan yang dibuka LBH Jakarta dalam beberapa minggu belakangan, setidaknya terdapat sekitar 390 laporan orang yang diamankan di Mapolda Metro Jaya yang tergabung didalam gelombang masa aksi semenjak 19-23-24-30 September 2019. BORAK melalui konferensi persnya juga menyatakan bahwa tidak ada tujuan untuk menggagalkan Pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih 2019-2024; “Agenda kami murni tuntutan 7+, kami berharap media tidak mencatut kami pada pemberitaan-pemberitaan miring” pungkas Rama, Front Aksi Mahasiswa UBL.

[Penulis: Gema Bayu Samudra]

 

Leave a comment