Budaya Suku Manado

August 29, 2019
adminviaduct

KEBUDAYAAN SUKU MANADO

Ada 2 suku asli yang ada di Sulawesi Utara dan sebagian besar wilayah Manado yaitu suku Manado dan suku Minahasa. Biasanya orang-orang yang ada didalamnya memanggil diri mereka sebagai orang Kawanua. Dilihat dari data sensus 2010 mayoritas warga Manado menganut Agama Kristen Protestan. Bahasa sehari-sehari yang digunakan juga Bahasa Melayu Manado diiringi logat nya yang khas.

ADAT SUKU MANADO

Sumber: suku-dunia.blogspot.com

Tepat di daerah Bolaang Mongondow, dimana suku Manado/Minahasa mengadakan upacara adat yang paling terkenal bernama Monondeaga. Tujuan acara ini sebetulnya memperingati masa pubertas yang ditandai dengan datangnya haid pertama.

Intinya acara adat ini sebagai ucapan syukur atas anak gadis yang sudah beranjak dewasa. Maka dari itu, gadis-gadis yang mengikuti acara adat ini ditindik telinga nya dan dipasangi anting-anting dan diratakan gigi nya layak nya orang sudah dewasa.


RUMAH ADAT SUKU MANADO

Sumber: kebudayaan1.blogspot.com

Orang-orang Minahasa di Kota Manado tinggal di rumah panggung atau wale untuk melakukan berbagai macam aktivitas. Rumah panggung tersebut berguna untuk serangan orang asing dan binatang buas di tengah hutan. Walaupun fungsi awalnya sudah berbeda, namun orang Minahasa sekarang masih tetap memakai konsep dulu dengan konstruksi rumah modern.

PAKAIAN ADAT SUKU MANADO

Sumber; Hikmahnr.wordpress.com

Bila kaum Adam, pakaian adat yang dipakai berupa baniang atau kemeja lengan panjang berkerah atau bisa juga tanpa kerah yang dilengkapi saku di bagian bawah sebelah kiri dan kanan serta ada di kiri dan kanan kemeja.

Lalu ditambah dengan motif kelapa dan ular naga pada bagian bawah sebelah kiri dan kanan serta bagian atas sebelah kiri kemeja. Kemudian dipadukan dengan celana hitam panjang polos sampai tumit. Dengan memakai ikat pinggang dari kulit ular patola yang memiliki bentuk mahkota didepan.

Sedangkan yang kaum Hawa nya memakai Karai Momo atau disebut juga dengan Wuyang. Pakaian tersebut dari kebaya model lengan panjang warna putih, dengan bagian bawah berbentuk lipatan layaknya ikan duyung dan agak melebar pada bagian bawah yang dihiasi dengan sulaman sujiber.

PENINGGALAN SUKU MANADO

Parigi Tujuh merupakan peninggalan dari masyarakat Manado sendiri. Dinamakan demikian karena terdapat 2 sumber mata air yang masing-masing tempat memiliki 7 sumber mata air. Mata airnya keluar dari sela-sela kecil dari batu besar dan tidak pernah kering sekalipun walaupun di musim kemarau. Konon di jaman nenek moyang orang Minahasa, Parigi atau sumur kecil ini menjadi tempat permandian dari 7 orang putri yang berasal dari khayangan.

 

[Penulis: Johannes Deo Mario]

 

Leave a comment