Cemas Akan Masa Yang Akan Datang

January 15, 2023
adminviaduct

Seperti yang kita ketahui, kecemasan adalah reaksi terhadap situasi tertentu yang mengancam dan sesuatu yang normal yang menyertai perkembangan, pengalaman baru, dan penemuan identitas seseorang dalam kehidupan. Kecemasan yang berlebihan dan tidak terkendali menyebabkan gejala negatif lainnya seperti depresi, gangguan panik, dan emosi yang labil.

Masa remaja dan duapuluh awal seringkali ditemani dengan kecemasan akan masa depan dan kekhawatiran lainnya yang ada di dalam pikiran. Kuliah atau kerja? Menikah umur berapa? Pasanganku siapa? Bagaimana jika tidak lulus kuliah? Ingin kerja apa? Kalau nanti pengangguran harus lakukan apa? Masa depanku bagaimana?. Merasa takut itu wajar, merasa takut ketika tujuan tidak tercapai adalah wajar. Tetapi anda harus yakin bahwa semua ini tidak serta merta terjadi dalam kenyataan. Faktanya, setiap langkah yang kita ambil ke masa depan disertai dengan keraguan, keputusan sulit, ketakutan, dan kekhawatiran.

Meski demikian, bukan berarti anda tidak memikirkan sama sekali dan cenderung tidak peduli atas masa depan anda sendiri. Kiranya menyeimbangkan memikirkan serta merencanakan dengan tidak terlalu cemas atas apa yang mungkin atau tidak terjadi di masa yang akan datang. Harapan dan tuntutan keluarga atas apa yang akan kita hadapi terkadang menimbulkan cemas yang berlebihan. Akibatnya, kita sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Ketika tahu hal-hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman pada kita, kita dapat merasa down. Menurut saya, rasa takut tidak akan mengubah keadaan di masa depan menjadi lebih baik.

Tetapi, Hidup ini begitu rumit dan terkadang amat menyulitkan bagi banyak orang, hari – hari lebih diisi oleh masalah dibandingkan hal – hal yang menyenangkan. Tapi hidup ini pilihan satu-satunya apabila anda tidak ingin pergi lebih dahulu menuju kematian, yang bisa kita lakukan adalah jangan mudah menyerah dan pahami bahwa kita tidak mungkin bisa mengatur segalanya agar sesuai dengan yang kita inginkan.

Hal – hal seperti bersyukur atas apa yang kita miliki mungkin sudah sering didengar dan bagi kita terkesan menyebalkan dan menyepelekan masalah tetapi tidak ada salahnya menaruh diri dalam perspektif manusia yang menjalani hidup dengan kesulitan dan hambatan yang lebih banyak dari kita. Tentu tidak berarti dengan hal itu menghilangkan rasa cemas kita tetapi akan sedikit membantu, dan hal yang membantu meski hanya sedikit adalah hal yang baik.

 

Penulis: Nigel Deryan Pribadi

Thumbnail: medcom.id

Leave a comment