Dom Sathanas ? Hoc defuit ad Deum?

March 8, 2021
adminviaduct

Eivor sedang duduk menikmati segelas kopi dan sebatang rokok yang baru saja ia bakar sembari meratapi matahari yang terbenam. Sungguh indah pemandangan tersebut. Jarum jam dinding pun bergerak, kopi pun tinggal ampas, rokoknya pun sudah habis. Terlintas di pikiran Eivor seketika. Terpukul oleh masa lalu yang menghantui dirinya tentang Ibu nya yang sudah meninggal dunia pada saat Eivor umur 16 tahun dikarenakan kanker. Ia belum bisa melepaskan kepergian sang Ibu sampai saat ini. Ibu Eivor merupakan seseorang yang percaya bahwa segala sesuatu akan sembuh di tangan tuhan yang maha kuasa, yang dimana jika ada penyakit maka ia memilih untuk tidak berkunjung ke dokter dikarenakan tidak percaya dengan praktik dokter, melainkan menyerahkan segalanya kepada yang maha kuasa. (Kepercayaan komunitas Christian Science).

Angin berhembus, hujan pun turun dengan sangat deras sehingga menyelimuti keheningan. “Apa yang rasuki diri Ibuku? Siapa yang ia percayai selama hidupnya? Yang di bawah kah yang bertempat di api – api panas atau hanya kepercayaan belaka saja yang lewat pada masa itu?” Eivor berkata dalam pikiran nya. Siapakah yang harus di percaya? Dari sudut mata Eivor terlihat seseorang yang memakai jubah putih yang bersinar dengan mata merah dan seseorang berkulit merah dan memiliki tanduk yang berada di halaman rumah nya. “Kau tidak akan tau kebenaran nya tentang kejadian yang menimpa Ibu mu sebelum kau sujud untuk kita berdua!” Ujar orang yang memakai baju putih.

Eivor kaget dan terjatuh dari kursinya dikarenakan melihat kedua orang tersebut yang asing wujud dan bentuknya. “Enyahlah kalian! Kau iblis dan Tuhan palsu! Apa yang kalian lakukan kepada Ibu ku? ” Lari dan lari ia kabur dari kenyaataan menuju ke hutan dan menuju ke sebuah goa. Kedua orang yang dilihat Eivor di halaman rumahnya mengikuti dan menghampiri goa tersebut dan juga mendekat kepada Eivor . “Sudah cukup! Aku sudah lelah hidup dan bingung untuk mempercayai siapa! Persetan iman, kepercayaan dan ilmiah!!” Eivor kemudian mengambil nyawa nya sendiri dengan menembak dadanya dengan pistol. Kedua orang yang dilihat Eivor sebelum nya tersenyum dan berkata “Salvete Satanas”.

 

( Penulis : Jason Hadiman )

Sumber Foto : pinterest.com

Leave a comment