Everlong

March 30, 2022
adminviaduct

Dua minggu sudah berjalan dengan suasana ruangan yang begitu sepi dan sunyi. Dave masih mengenang kenangannya dengan Hawkins, teman dekatnya serta anggota sekaligus drummer grup band Dave yang meninggal dua minggu sebelumnya. “Memang ya, saat seperti ini kita belajar untuk hidup lagi!” ucap Dave dengan mata berairnya sambil melihat foto-foto dengan Hawkins di panggung kala bermain musik. Kepergian Hawkins memberi pelajaran bagi Dave untuk lebih memperhatikan dan meluangkan waktu bagi orang di sekitarnya yang ia kenal dengan baik serta yang ia sayangi. Setelah melihat belasan foto-foto dengan Hawkins, Dave akhirnya memutuskan untuk tidur dikarenakan besok pagi ia akan mengadakan pertemuan dengan para anggota grup bandnya untuk membahas masa depan bandnya akibat kepergian sang drummer, Hawkins.

“Dave! Dave!” terdengar suara yang memanggil Dave membuat ia terbangun dari tidur saat jarum jam menunjukkan pukul tiga pagi. Kemudian, Dave telusuri sumber suara itu di rumahnya. Suara tersebut mengarah kepada garasi kecil yang diubah menjadi studio band kecil. Kemudian Dave membuka pintu garasi tersebut. Dengan terkejut dan shock ia melihat Hawkins sedang minum bir dan merokok. “Wah ini gak mungkin terjadi, Hawkins kan lo udah meninggal! Kok, gua bisa liat lo?” ucap Dave dengan bingung dan terkejut. “Betul gua memang udah gak ada di dunia ini, Dave, ini lo lagi mimpi dan gua cuman mau nitip pesen ke lo sebelum lo pada rapat buat masa depan band kita, tolong banget kalian terus lanjut dan cari drummer baru. Lakuin ini demi gua ,bro, band ini harus tetap berjalan!” ucap Hawkins dalam mimpi Dave. “Gimana? Caranya gimana? Tanpa lo tuh beda banget, sekarang suasana terasa gelap banget sama beda tanpa lo! Drummer tergokil tuh cuman lo, men, kalau sama orang lain takut gak sinkron kita,” ucap Dave. “Akan ketemu jawabannya pasti bro, ini permintaan terakhir gua tolong tetap lanjutin. Walaupun gak ada gua, gua akan selalu tetap di hati lo dan di sisi lo selamanya, bro,” ucap Hawkins. “Hawkins, tunggu!…” ucap Dave saat ia melihat wujud Hawkins mulai pudar dari matanya. kemudian Dave terbangun dari mimpinya saat jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi.

Dave kemudian melakukan rutinitas pagi sebelum berangkat untuk bertemu anggota bandnya yang lain seperti Kurt, Edward Halen, dan Clifford Burton di tempat tongkrongan mereka di sebuah kafe. “Kalian gak akan percaya gua kalo gua mimpiin Hawkins semalem. Maka dari itu, gua mau sampein pesan dia dalam mimpi gua, dia mau kita tetep lanjut band ini sampai titik darah penghabisan kita masing-masing!” ucap Dave. “Gokil, gua pengen deh Hawkins dateng ke mimpi gua. Gua belum sempet jamming mainin lagu Sonic Youth yang judulnya Kool Thing sama doi. Setuju, kita harus tetep lanjut!” ucap Kurt. “Nah, mending kita tetep lanjut tapi lo sekarang main drumnya, Dave!” ucap Edward Halen. “Bener. Mending lo aja ke drum, kan di band sebelum ini lo main drum juga, gaya nge-drum lo juga mirip kayak Hawkins.” ucap Clifford Burton. “Seandainya semudah itu gua bisa laksanain dengan kata-kata kalian, tapi susah banget. Masih kepikiran si Hawkins gua, cuy. Setiap saat gua kepikiran dia terus dari senyumnya sampe semangatnya yang bisa bikin semua orang ikutan semangat!” ucap David

Kemudian secara tiba-tiba Dave merasa pusing yang amat sangat berat sehingga ia harus duduk. Namun sebelum ia dapat duduk, Dave terjatuh akibat kehilangan keseimbangan. Badan dan kepalanya terbentur meja sehingga ia pingsan. Tak berapa lama, Dave kemudian membuka matanya dan melihat cahaya yang amat terang. Namun, ternyata itu lampu. Kemudian ia melihat tangan kirinya tertancap jarum infus. Kemudian ia melihat ke arah kanan, ada Hawkins sedang bermain ponsel sembari minum Bir. “Bro, kok lo muncul di mimpi gua lagi?” tanya Dave. Dengan terkejut Hawkins terlihat senang melihat mata Dave terbuka.”Wih! Akhirnya melek juga lo men. Dua minggu gua tunggu-tunggu tapi lo merem mulu. Welcome Back Bro! Gua sampe eneg tiap hari ke Rumah Sakit. Tapi demi lo apapun gua lakuin sampe harus temenin lo hampir setiap hari!” Ucap Hawkins dengan senang. “Hah, maksudnya?  Lo kan udah meninggal bro, kenapa lo bisa ada disini? Lo meninggal dua minggu lalu,” ucap David “Pala lu gua meninggal, kurang ajar banget lo hahaha, yang hampir meninggal  itu elo, dua minggu lalu lo kecelakaan mobil terus langsung koma pas masuk rumah sakit.” Ucap Hawkins. Kemudian tanpa basa basi Dave memeluk Hawkins dengan erat sambil menangis. “Jadi selama ini dua minggu kehidupan gua di mimpi bahwa lo meninggal itu cuman mimpi pas gua koma?” ucap David sambil menangis. “Mungkin ya, men, udah ah bahas-bahas meninggal itu gak baik. Gua telfon yang lain dulu kalau lo udah bangun dari koma jadi mereka kesini,” ucap Hawkins. Kemudian Dave menyanyikan sebuah kalimat “There Goes My Hero, Watch Him As He Goes” dikarenakan Hawkins menjaga Dave setiap hari selama koma dua minggu yang dialaminya. “Fix judul lagu berikut band itu My Hero!” ucap Dave.

 

Penulis: Jason Hadiman

Thumbnail: foofighters.com

Leave a comment