Keresahan dalam Pandemi

May 17, 2020
adminviaduct

Viaductpress.id¬†–¬†Sekarang kita berada di tengah pandemi virus Covid-19 atau bisa dikenal sebagai virus corona. Virus yang mematikan ini sudah memakan banyak korban jiwa hampir di seluruh negara yang berada di muka bumi. Covid-19 tak hanya mempengaruhi kondisi fisik seseorang yang berakibat kematian tetapi juga mempengaruhi perekonomian negara, para pekerja di PHK, para ojek online dan pedagang kaki lima atau bisa di bilang para pekerja yang tidak bisa “Work From Home” dikarenakan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah negara kita yaitu PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang menyatakan bahwa ingin dikurangi nya kegiatan-kegiatan di luar rumah sehingga sekolah diliburkan, kampus-kampus diliburkan, perkantoran dianjurkan untuk tutup sementara, pembatasan kegiataan keagamaan, kegiatan sosial dan pembatasan moda transportasi upaya untuk mengurangi penyebaran virus covid-19.

Sumber : detikNews

Namun PSBB mempunyai efek negatif bagi orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah saja yaitu contoh : ojek online, pedagang kaki lima, supir angkot , supir taksi dan beberapa mitra kendaraan yang lain. Mereka tidak bisa mencari nafkah secara penuh karena kondisi Jakarta sekarang ini jalanan sangat sepi dikarenakan dianjurkan untuk di rumah. Yang biasanya para mitra kendaraan mengantar atau jemput penumpangnya ke tempat tujuannya masing-masing .Sekarang pemasukan nya mereka berkurang sangat drastis dikarenakan sepi nya orderan . Begitu pula dengan para pedagang kaki lima sama juga dampaknya , penghasilan mereka turun secara drastis dikarenakan sepinya orang-orang yang lewat.

Yang unik adalah , sekarang sedang terjadi atau dilaksanakan bantuan sosial untuk para orang-orang yang membutuhkan di tengah pandemi covid-19 ( Untuk para ojek online, supir taksi, supir angkot, pedagang kaki lima , serta orang yang tak mampu. Rakyat bergotong royong memberi makanan, , masker serta sembako secara gratis bagi yang membutuhkan. Adapun juga penjualan baju bekas yang nanti penghasilan nya didonasikan untuk yang membutuhkan atau untuk negara guna membeli APD cegah virus covid-19. Restoran atau toko-toko kopi juga ikut serta membantu memberi makanan bagi yang membutuhkan atau menyalurkan sebagian penghasilannya kepada yang membutuhkan. Tindakan tersebut patut diikuti dan dicontoh.

Sumber : liputan6.com

Namun, kemanakah para pejabat negara? Yang konon bisa dikatakan mempunyai penghasilan yang lebih dari cukup. Apakah harus rakyat terus membantu yang membutuhkan? Apakah harus para artis-artis negara atau publik figur terus menerus yang juga membantu negara? Apa gunanya sumpah pejabat negera kalau mereka hanya berdiam diri seakan tak acuh dan tidak membantu rakyat yang sekarang sedang kesusahan? Dimanakah penerapan sila ke- 2 dan sila ke – 5 di dalam diri mereka? Berkoar dan beraksi hanya untuk keuntungan diri sendiri. Kita sebagai rakyat perlu mendesak mereka dan pemerintah juga untuk memberi bantuan lebih kepada yang membutuhkan. Karena jika kita gerak bersama secara kompak maka kita akan sampai ke tujuan nya dengan cepat ( Rakyat sejahtera). Jika tidak dilakukan adanya bantuan dari mereka maka dari itu mereka tidak setia ke Negara, UUD 1945 dan Pancasila.

[Penulis : Jason Hadiman]

Leave a comment