Mekanisme Beracara di MK Pasca Gugatan Pilpres

June 9, 2019
adminviaduct

Viaductpress.id – Gugatan BPN Prabowo-Sandi di daftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Kota Jakarta pusat, Jumat (24/5). Gugatan tersebut disertakan 51 bukti kecurangan dalam Pilpres 2019, ditambah dengan adanya saksi fakta dan saksi ahli.

Pengajuan gugatan MK memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti jumlah surat permohonan yang diajukan berjumlah 12.

Pemberian gugatan tersebut diwakili oleh badan pemenangan nasional (BPN) yaitu mantan pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, Hashim Djojohadikusumo, Andre Rosiade, Nikolay, dan Denny Indrayana.

Setelah tiba di dalam MK Tim BPN memberikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan kepada Muhidin selaku Panitera MK. Dalam pertemuan, Bambang Widjojanto menjelaskan kepada Panitera MK bahwa bukti yang diajukan tidak dapat dijelaskan hari ini.

Adapun tahapan yang sudah ditentukan, yang harus dilalui oleh BPN Prabowo-Sandi. “Pada 11 Juni registrasi perkara pencatatan dalam buku registrasi perkara MK, setelah 14 hari kerja MK mengadili perkara perselisihan hasil Pilpres yg diajukan di MK. Kemudian, 14 Juni MK menyidangkan pertama kali atau yg disebut pemeriksaan pendahuluan di dalam forum khusus. Berikutnya, 17-21 Juni tahapan pemeriksaan persidangan substansi atau pokok perkara di dalam perbuatan tersebut. Tahap terakhir, MK buat agenda untuk sidang pembacaan putusan tanggal 28 Juni. Di sini proses atau mekanisme penanganan di MK,” Pungkas Muhidin.

[Penulis: Ida Bagus Ramanda Murti]

Leave a comment