Milenial penyumbang hoaks?

July 6, 2020
adminviaduct

Viaductpress.id – Hidup di zaman yang modern ini bisa terbilang lumayan beruntung karena disediakan berbagai mode komunikasi serta kenyaman mendapat informasi dari telefon genggam maupun perangkat elektornik lainnya. Globalisasi tentunya merupakan hal yang positif bagimasyarakat terutama di Indonesia. Namun apakah benar efek globalisasi berdampak positif seluruhnya?

Sisi negatif dalam globalisasi dapat dilihat dari berbagai macam penipuan dan hoaks dalam internet. Merajarelanya hoaks tentunya sangat berdampak buruk pada masyarakat umum karena tentunya menyesatkan siapapun yang membacanya.  Hoaks atau berita palsu ditargetkan kepada masyarakat yang kurang memperhatikan kondisi atau kurang kritis. Dengan adanya hoaks, masyarakat gampang dipecah belah sesuai keinginan penyebar hoaks tesebut.

Ditengah pandemi  ini, kondisi Indonesia bisa terbilang sangat rawan dan rapuh terutama pada serangan hoaks yang banyak tersebar di media sosial. Sasaran hoaks kebanyakan tertuju kepada milenial. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau yang biasa disebut APJII, pengguna internet di Indonesia kebanyakan terdiri dari milenial. Milenial yang menggunakan internet merupakan mayoritas yaitu 49,52%.

Selain kemudahan mengakses internet, hoaks dapat tersebar secara cepat oleh milenial karena kehausan kaum mereka dalam mengaktualisasikan diri. Pansos (panjat sosial) sudah merupakan hal yang biasa dalam kehidupan sosial milenial. Semakin kontroversial sebuah hoaks, maka semakin terkenal atau ‘famous’ orang tersebut.  Hoaks yang tersebar akibat aktualisasi diri dapat membuat masyarakat susah memilah antara mana berita yang baik dan buruk. Hoaks dapat tersebar juga karena adanya kelompok tertentu yang mementingkan kepentingan pribadi. Dengan menyebarkan hoaks, kelompok tersebut dapat mengurangi pesaingan mereka dan mencuragi lawan mereka. Kaum milenial sering melakukan ini untuk menjatuhkan lawan mereka di sosial media.

Berita hoaks bukan merupakan sesuatu yang dapat dihindari namun kaum milenial dapat menyiasati hal tersebut dengan bersikap kritis terhadap semua berita yang mereka baca. Sikap kritis dapat kita implementasikan terhadap diri kita sendiri dahulu sehingga dapat meminimalisir korban berita hoaks. Dengan bersikap kritis, generasi milenial dapat mencegah persebaran berita yang dapat memecah belah  bangsa terutama dalam masa genting ini. Semoga milenial dapat memajukan Indonesia dengan ikut serta mengambil peran dalam mengurangi sirkulasi berita hoaks tersebut.

[Penulis: Anabelle Suhaidi]

Leave a comment