Pengaruh AI Terhadap Industri Musik

June 6, 2024
adminviaduct

Kecerdasan buatan atau yang kerap disebut dengan AI, telah menjadi suatu topik yang tidak asing lagi dalam percakapan kita sehari-hari. Setidaknya sejak Tahun 2020 silam, AI menjadi suatu topik pembicaraan yang sangat menonjol, sekaligus juga menjadi perangkat teknologi yang sangat membantu masyarakat di hampir setiap aspek kehidupannya. Sebagai contoh yang paling umum, terdapat salah suatu produk AI yang disebut dengan “Chat GPT”. Produk AI tersebut marak digunakan, baik dari dunia pendidikan, hingga dunia pekerjaan. Seiring berjalannya waktu, perkembangan AI yang begitu pesat telah berhasil membuahkan produk-produknya. Produk-produk tersebut menjadi terobosan baru yang dianggap sangat membantu dalam berbagai industri dan bidang pekerjaan, yang salah satunya ialah industri musik.

Sejatinya, industri musik merupakan suatu ruang yang diisi oleh suatu individu maupun kumpulan individu yang melakukan suatu aktivitas yang bersangkutan langsung maupun tidak langsung terhadap musik. Aktivitas tersebut meliputi proses komposisi musik, penulisan lirik, perekaman lagu, mixing dan mastering, hingga promosi dan pendistribusian karya musik. Secara tidak langsung, di dalam industri musik terdapat berbagai macam bidang pekerjaan dengan peran-perannya yang berbeda-beda.

Industri musik yang juga menjadi suatu industri yang terus mengacu pada perkembangan teknologi, telah mengalami berbagai perubahan. Perubahan ini dapat dilihat dan dirasakan  di tiap-tiap peran dan pekerjaan dalam industri musik. Sebagai contoh, rekaman yang dulu harus dilakukan dalam studio musik, kini dapat dilakukan di kediaman masing-masing cukup dengan memiliki Laptop/komputer, microphone, digital audio workstation dan audio interface. Sebagai contoh lain, proses pendistribusian musik yang sangat kaku dan bergantung pada radio dan penjualan kaset, kini bisa dilakukan sendiri melalui digital publisher dari rumah masing-masing.

Produk AI dengan segala macam kepraktisannya, tentu juga berpengaruh terhadap industri musik. Kini AI dengan segala kecanggihannya, dapat melakukan atau bahkan menggantikan pekerjaan-pekerjaan yang ada dalam industri musik. Perkembangan AI kini berhasil memungkinkan seseorang untuk memiliki suatu komposisi lagu tanpa benar-benar mengomposisi lagu tersebut. AI mampu menghadirkan komposisi musik baru sebagaimana manusia mengomposisi lagu, hanya saja AI mampu melakukan komposisi musik tersebut dalam hitungan menit. Produk AI yang demikian tentunya sangat mempermudah pelaku musik. Sebagai contoh, seorang penyanyi yang tidak bisa menciptakan musik, kini bisa memiliki musiknya sendiri secara gratis dan instan.

Kehadiran AI dalam industri musik tidak berhenti pada komposisi musik, selain dalam bidang komposisi musik, AI juga terbilang berperan efektif pada bidang produksi musik, transkripsi musik hingga distribusi musik. Dalam produksi musik, AI kini bisa dimanfaatkan untuk melakukan proses mixing dan mastering lagu secara optimal dalam waktu yang singkat. Dalam bidang promosi dan distribusi musik, AI dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan algoritma. AI mampu mendefinisikan kebiasaan, jenis serta preferensi lagu pendengar musik.

Sekilas, kecanggihan AI ini memang sangat membantu individu atau kumpulan individu yang tergabung dalam industri musik. Segala kecanggihan AI ini dapat mempermudah beban-beban kerja para pelaku musik, baik secara teknis maupun secara finansial. AI juga berhasil memangkas waktu-waktu dari proses-proses yang ada dalam industri musik. Tapi di sisi yang lain, AI berpotensi besar merusak rantai-rantai peran dan pekerjaan dalam industri musik. Kecanggihan AI yang disuguhkan dalam waktu yang dapat dikategorikan sangat singkat ini, dalam jangka panjang akan mematikan peran-peran orang yang tergabung dalam industri musik secara keseluruhan dan juga akan merusak alur pendistribusian musik.

Apabila seseorang menggantungkan seluruh karya musiknya kepada AI, makan peran-peran dan ruang pekerjaan dalam industri musik baik secara langsung, maupun secara tidak langsung perlahan akan mati. Sebagai contoh, apabila seorang penyanyi yang tidak memiliki keahlian mengomposisi lagu, mendapat lagunya melalui produk AI, maka peran dan perkerjaan para komposer musik berkurang dan perlahan akan tergantikan.  Apabila seorang pelaku musik melakukan produksi dan finalisasi lagu melalui AI, maka peran-peran dan pekerjaan orang yang melakukan mixing dan mastering juga perlahan akan hilang.

Akibat yang paling fatal dari kecanggihan AI yang begitu cepat tersalurkan dalam industri musik ini akan terasa dalam bidang pemasaran lagu. Kelangkaan yang sejatinya merupakan bahan peningkat dan penjaga daya minat mendengarkan musik yang baru, akan sangat berkurang. Kehadiran AI dalam industri musik telah berhasil memungkinkan seorang pelaku musik untuk  mampu meringkas segala proses-proses yang ada dalam proses pembuatan dan pemasaran lagu. Hal ini secara tidak langsung akan bermuara pada hadirnya lagu-lagu baru dalam media untuk mendengar lagu dengan kuantitas yang sangat banyak. Hadirnya lagu-lagu baru dalam waktu yang singkat dan dalam jumlah yang terlalu banyak akan menghilangkan kelangkaan musik baru. Semua hal ini secara akumulatif akan mencacati dan mematikan industri musik secara perlahan.

 

Penulis: Ahmad Haydar

Thumbnail: cined.com

Leave a comment