PSBB transisi kembali diaktifkan, apa yang lebih ditakutkan ? Virus atau ekonomi ?

January 19, 2021
adminviaduct

Jakarta memasuki fase PSBB jilid II yang terhitung dari tanggal 14 September hingga kembali memasuki fase PSBB transisi pada tanggal 12 oktober. Aturan-aturan ketat yang diterapkan oleh pemerintah dalam PSBB jilid II ini bertujuan untuk menekan laju peningkatan kasus COVID-19. Dan tepat 12 oktober kembali PSBB dilonggarkan dengan kasus yang masih meningkat dan cenderung tak dapat dibendung meskipun tingkat kesembuhan juga meningkat. Pada masa psbb transisi ini, sektor dibidang ekonomi dan pariwisata kembali dibuka, dengan menerapkan protokol protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah. Melihat realitas dan keadaan sekarang banyak sektor dalam masyarakat terutama dalam hal ekonomi mengalami penurunan.

Disaat PSBB , banyak sektor terutama sektor ekonomi mengalami penurunan kegiatan jual beli yang mengakibatkan tempat itu “mati suri”. Tidak semua rakyat golongan menengah kebawah sepemikiran dengan pemerintah, mereka memiliki tujuan yang berbeda. Memang covid sempat menakutkan rakyat Indonesia, tetapi melihat keadaan-keadaan sekarang masyrakat sudah tidak se “parno” pada masa awal awal covid. Meskipun masih banyak yang mematuhi protokol, tidak sedikit pula banyak melanggar protokol seperti tidak memakai masker saat berjalan jalan diluar rumah. Kembali lagi, peraturan yang sudah dibuat seketat ini pun masih banyak dilanggar, mengapa rakyat tidak ingin mentaati pemerintah ?

Untuk menekan covid, dibutuhkan kerja sama antar seluruh elemen masyarakat. Melihat kondisi saat ini, rakyat golongan bawah tidak peduli lagi dengan covid, bagaimana tidak ? mereka lebih takut tidak bisa makan dari pada terkena virus ini . Permasalahan ini coba dipecahkan oleh pemerintah, dengan kembali melonggarkan PSBB demi menghidupkan kembali ekonomi masyarakat yang hampir sebagian lumpuh. PSBB membuat banyak sektor usaha tutup sementara sehingga membuat pegawai diliburkan bahkan di PHK. Hal ini membuat jumlah pengangguran meningkat yang mengakibatkan rakyat tidak mempunyai pendapatan untuk sekadar mengisi urusan perut dan keluarga mereka.

Menurut pengamatan saya, pemerintah membantu meringankan beban mereka dengan cara melonggarkan PSBB, dengan harapan akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Meskipun sudah banyak mindset yang berfikirian bahwa covid tidak se-mengerikan yang kita kira sehingga membuat masyarakat tidak lagi takut dengan virus ini. Angka grafik penularan virus memang meningkat drastis meskipun pasien yang sembuh juga meningkat. Menarik kita tunggu bagaimana sikap pemerintah dalam mencari solusi alternatif yang baru lagi untuk kembali menyatukan pikiran dari pemerintah dan rakyat dalam mengalahkan virus ini.

 

(Penulis: Manatap)

Leave a comment