Radikalisme Awal Mula Terorisme

April 26, 2019
adminviaduct

Jakarta,Viaductpress.id – Pada hari kamis (29/11) Gerakan Anak Asuh (Gasuh) salah satu organisasi otonom fakultas hukum Unika Atma Jaya menyelenggarakan seminar yang bertemakan “Mencegah Radikalisme Sejak Dini” yang diselenggarakan di aula D Unika Atma Jaya. Seminar ini bersetujuan untuk mencegah radikalisme kepada anak-anak yang belakangan ini terjadi fenomena teroris yang menyertakan anak-anak. Di dalam pemaparannya Margaret Aliyatul Maimunah dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa terorisme lahir dari adanya radikalisme dan berkembangan menjadi anarkisme.

Pencegahan Berawal dari Keluarga

Di sela-sela seminar Margaret menegaskan bahwa “jangan mengira anak-anak yang tidak melakukan apa-apa seperti halnya tidak menggunakan narkoba, tawuran, dan perbuatan negatif lainnya merupakan anak yang baik”. Anak-anak yang dikira baik ini juga butuh pengawasan dirumah, karena radikalisme juga bisa berawal dari jejaring internet, tidak hanya radikalisme tapi juga hal yang berbau pornografi.

Terorisme Muncul Akibat Salah Penafsiran

Adapun Fauzan Syah dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak masyarakat Indonesia, berpartisipasi untuk mecegah timbulnya radikalisme melalui dari keluarga. Radikalisme memakan seorang anak yang menjadi korban dan banyak di iming-imingi melalui terminologi “Surga”, “72 bidadari”, “Amaliayah”, “Mahar”, “Fardu’Ain”. Selain itu masyarakat mempunyai motivasi ideologi agama yang keliru dalam penerapannya.

Pembaharuan dalam UU Anti Terorisme

Fauzan menanggapi dengan adanya tindakan terorisme yang terjadi belakangan ini merupakan tamparan keras bagi wewenang Undang-Undang Anti Terorisme. Di dalam undang-undang yang lama bahwa tindakan dalam terorisme tidak sampai mencegah terjadinya terorisme. Pembaharuan Undang-Undang Anti Terorisme yang baru disahkan pada tanggal 25 Mei 2018 mengutamakan adanya tindakan preventif, perlindungan, dan deradikalisasi.

Faktor Ekonomi Penyebab Terorisme

Di penghujung acara pada sesi pertanyaan sempat disinggung tentang “Apakah ada faktor ekonomi yang mengakibatkan seseorang menjadi seorang terorisme?”, tanya Rocky mahasiswa hukum Atma Jaya. Margaret menambahkan bahwa ada faktor ekonomi menjadi seorang terorisme, bahkan sangat mempengaruhi. Masyarakat pada lapisan bawah yang tidak mempunyai pekerjaan ataupun tidak mempunyai ketahanan ekonomi mempunyai peluang besar karena mereka diiming-imingi kebutuhanya akan dipenuhi.

Ulasan Radikalisme dari Mahasiswa

Nicholas Sinaga mahasiswa fakultas hukum Unika Atma Jaya : Melihat kondisi berbangsa negara kita yang sudah banyak paham-paham radikalisme yang menyasar pada anak-anak, anak juga selaku penerus bangsa kalau dibiarkan terkena radikalisme, akibatnya merusak dan berdampak pada kemajuan berbangsa dan bernegara.
Benedictus Satrio mahasiswa fakultas hukum Unika Atma Jaya : Pendidikan mengenai agama menyadarkan kita tentang kesetaraan agama, tidak digunakan dalam politik, dan agama mendidik kita bermasyarakat yang baik dan benar, supaya di luar itu radikalisme udah tidak ada lagi.

[Penulis : Gema Bayu Samudra dan Ida Bagus Ramanda Murti]

Leave a comment