Temu; Sajak dimana Sang Penulis Berpijak

January 12, 2023
adminviaduct

“Kita telah melewati berbagai peran yang diberikan oleh Tuhan pada skenario terbaiknya. Berikut dengan luka, jatuh, keluh, kesah, pun dialog-dialog gelap yang mengantarkan pada akhir kisah lalu. Entah bagaimana bisa, hanya kamu yang tetap menjadi sosok penyusun definisi bahagia untukku.

Aku pernah berjanji pada diriku sendiri akan menempuh cara apa pun agar tidak melukaimu. Sebab, aku pernah terluka begitu hebat, dulu. Satu hal yang perlu kamu tahu, kini aku berhenti mencari yang lebih baik darimu. Sebab, segala apa yang aku semogakan telah hadir bersamamu. Hingga akhirnya, aku berani memanggilmu sebagai sebuah temu.”

Wirasakti Setyawan (@terjebakrindu), seorang penulis sekaligus seorang traveler telah sukses menyihir pembacanya hingga larut dalam tiap-tiap alinea dari kata – kata magisnya. Pria yang kerap disapa ‘Wira’ ini merupakan penulis dari buku yang berjudul ‘Temu’. Bagaikan seorang pencuri, Wira mampu menjarah waktu, perasaan, dan perhatian dari tiap – tiap jiwa yang membaca karyanya.

‘Temu’ yang dipublis pada Desember 2018 menyajikan kumpulan puisi yang ditulis Wira dimana ia saat itu berpijak. Mengingat, bahwa Wira juga merupakan seorang traveler. Setidaknya dirimu yang selama ini menganggap puisi adalah kumpulan kata – kata rumit yang sulit untuk dicerna, sila baca buku ini maka dirimu akan menemukan seratus-delapan-puluh-derajat perspektifmu soal puisi berubah.

Puisi bukan melulu ditulis dengan bahasa-bahasa berat dan tafsir yang sulit. ‘Temu’ mampu menculik hati yang membaca tanpa permisi. Yang perlu anda khawatirkan hanyalah kesiapan anda agar tidak tenggelam dalam bait – baitnya.

Oleh: Nathanael Chandra

Leave a comment